Jumat, 13 April 2018

Tata Cara Memandikan Jenazah



     Memandikan jenazah adalah salah satu kewajiban umat islam meskipun hukum dan bentuknya fardhu kifayah. Sebelum jenazah dishalatkan dan dikuburkan, jenazah tersebut harus dimandikan terlebih dahulu dengan cara membersihkan segala najis yang ada di badannya,terutama dari bagian kemaluannya, kemudian meratakan air ke seluruh tubuhnya, ini harus diusahakan dengan berhati hati agar jenazah tersebut tidak membawa kotoran ke hadapan Allah SWT.

   Sebelum kita memandikan jenazah,ada syarat - syarat yang harus kita lakukan sebelum memandikan jenazah,yaitu :
1.     Orang muslim, berakal, dan baligh.
2.     Jenazahnya beragama islam.
3.     Orang yang memandikan jenazah wajib berniat.
4.     Orang jujur, shalih, dan dapat dipercaya. Hal ini dimaksudkan untuk menyiarkan hal yang baik dan menutup hal yang jelek tentang si jenazah tersebut.

     Dan adapula niat untuk memandikan jenazah,diantaranya adalah sebagai berikut :

1.     Lafaz niat memandikan jenazah laki - laki :                          نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهَذَاالْمَيِّتِ للهِ تَعَالَى
2.     Lafaz niat memandikan jenazah perempuan :                       نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِهَذِهِ الْمَيِّتَةِ للهِ تَعَالَى

     Dan juga adapula niat untuk mewudhukan jenazah,diantaranya :

1.     Niat mewudhukan jenazah laki - laki :                                نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذَا الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى
2.     Niat mewudhukan jenazah perempuan :                             نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِهٰذِهِ الْمَيِّتِ لِلّٰهِ تَعَالَى

     Dan yang berhak memandikan jenazah tersebut,yaitu :
1.     Apabila jenazahnya seorang laki - laki, maka yang memandikannya adalah seorang laki - laki ( kecuali istri dan mahromnya ) dan begitu pula sebaliknya.
2.     Apabila jenazahnya seorang istri , sementara suami dan mahromnya ada semua, maka suami berhak untuk memandikan istrinya dan begitu pula sebaliknya.
3.     Apabila jenazahnya seorang anak laki - laki masih kecil, perempuan boleh memandikannya dan beitu pula sebaliknya.
    Dan sebelum kita memandikan jenazah, kita harus melakukan beberapa Persiapan, adapun Hal - hal yang perlu kita persiapkan sebelum proses memandikan adalah :
1.    Masker dan kaos tangan untuk memandikan jenazah agar terhindar dari kuman jika si jenazah memiliki penyakit.
2.    Sabun atau bahan lainnya untuk membersihkan tubuh si jenazah.
3.    Sampo untuk mengeramasi rambut si jenazah agar bersih dari kuman dan kotoran.
4.    Air secukupnya untuk proses memandikan. Boleh memakai air yang dialiri oleh selang, boleh juga menyiapkan air sebanyak tiga ember besar.
5.    Meja besar atau dipan yang cukup dan kuat serta tahan air untuk tempat meletakkan jenazah ketika dimandikan.
6.    Handuk untuk mengeringkan tubuh dan rambut si jenazah.
7.    Kapas, kapur barus, daun bidara, atau wewangian yang lain serta bedak.
8.    Dipersiapkan kain kafan tergantung jenis kelamin.
    Setelah ketentuan - ketentuan yang diatas sudah terpenuhi, kita boleh memandikan jenazah tersebut, Tata cara memandikan jenazah adalah sebagai berikut :
1.    Di tempat tertutup baik dinding maupun atapnya agar tidak terlihat auratnya oleh orang lain kecuali hanya orang - orang yang memandikan dan yang mengurus jenazah nya saja.
2.    Jenazah diletakkan di tempat yang tinggi seperti diatas dipan atau meja, usahakan kepala lebih tinggi dari kaki.
3.    Menutupi aurat jenazah dengan handuk besar dan kain. Untuk jenazah laki - laki dari pusar sampai lutut, sedangkan untuk jenazah perempuan dari dada sampai mata kaki.
4.    Jenazah didudukan atau disandarkan pada sesuatu, sambil di sapu perutnya dan sambil ditekan pelan - pelan agar kotorannya keluar,setelah itu dibersihkan dengan tangan kirinya ( dianjurkan menggunakan sarung tangan ).
5.    Membersihkan semua kotoran dan najis yang ada pada badannya.
6.    Membersihkan mulut dan gigi jeanazah tersebut.
7.    Kemudian basuhlah sebagaimana berwudhu.
8.    Menyiramkan air ke seluruh badan ( dari ujung kepala sampai ujung kaki ).
9.    Membersihkan rambutnya.
10.Membersihkan seluruh badan jenazah menggunakan sabun dan sejenisnya sampai bersih.
11. Membersihkan jenazah dari berbagai kotoran yang melekat padanya
12. Membilas seluruh tubuh jenazah hingga bersih dan dilanjutkan dengan membersihkan bagian belakang tubuhnya jenazah.
13. Jenazah dimandikan dengan air yang mengandung kapur barus.
14. Setelah semua nya selesai, yang terakhir adalah diwudhukan,dan setelah itu di handuk dengan perlahan mulai dari kepala sampai kaki.
Setiap mayat muslim itu wajib di mandikan dengan tiga kali :
   pertama dengan air yang dicampur sedikit kapur dan bidara ; kedua dengan air yang dicapur sedikit kapur kecuali yang mati dalam keadaan ihram, maka tidak boleh dicampur dengan kapur ; ketiga dengan aiir murnbi tanpa dicampur apapun. Daun bidara dan kapur yang dicampur dengan air itu jangan terlalu banyak, karena dikhawatirkan air tersebut menjadi air mudhaf, sehingga tidak dapat menyucikan. Antara tiga kali mandi tersebut, diwajibkan pula tertib antara anggota tubuh yang tiga, yakni dimulai dengan kepala berikut leher, lalu anggota tubuh yang kanan, dan ketiga anggota tubuh yang kiri.
      
              Dan adapula Adab Memandikan Jenazah,diantaranya :
1.      Dimulai dari bagian anggota badan yang kanan (anggota wudhu).
2.      Jangan berlaku kasar pada jenazah.
3.     Hendaklah berbicara yang baik atau jangan berbicara yang buruk tentang segala hal,   apalagi tentang jenazah tersebut.



“ Apabila diantara kamu menghadiri orang yang sakit atau orang yang meninggal, maka berkatalah yang baik karena sesungguhnya malaikat mengamini atas apa yang kalian katakan “ (HR. Tirmidzi).

      Demikianlah isi artikel pertama saya ini dan sebelumnya saya mohon maaf kepada semuanya atas kekurangan atau kesalahan yang terdapat di dalam isi artikel saya ini. Dan semoga isi dari artikel ini bermanfaat bagi kita semua.